theraindrop
when the sad rains down….Walk alone..
Posted by gutus in May 28, 2011, under Uncategorized
16.53
Walk alone..
Berderai lagi hujan turun sore ini, berkabung lagi hati yang dulu pernah berseri.. musim semi telah pergi..yang tersisa hanya dinginnya angin musim gugur.. aku terduduk sendiri disini mencoba mendekap tubuhku sendiri yang kurasa telah mati, tak ada lagi hangat yang tertinggal setelah kepergian hati yang pernah mencintaiku.. alunan melodi tak lagi mampu tuk mengobati, rindu yang menggunung kini menguap entah kemana…entah emosi dan matahati tak lagi bisa melihat dan mencari pijakan tuk bisa berdiri dan melawan matahari sekali lagi… semua menjadi gelap tak bertepi tak ada satupun garis lintas batas langit yang bisa ku temukan, satupun tidak…
Aku dirundung rasa sepi yang abadi, dimana aku dan dia seperti telah dipisahkan dengan paksa oleh takdir dan tak ada satupun yang bisa aku lakukan, bahkan bernafaspun tidak, aku menjadi lunglai dan berjalan tergopoh dan terlihat kurus dengan tatapan mata yang sayu, mencoba percaya dan menerima bahwa kenyataan itu sepahit ini, walau sepertinya tidak mungkin tuk bertahan.
Tak pelak malam tiba menanti diperbatasan senja, burung2 camar mulai melambai selamat tinggal pada siang dan pergi tuk kembali pulang, burung burung gereja mencoba tetap berada di angkasa menembus senja dan semilir angin sehabis hujan membelah udara menguak awan tak terbatas…
Sampai dimana kah aku dan hatiku sabar dalam kesepian yang terlanjur mendarah daging? Saat tak ada hati yang bisa ku singgahi saat tak ada senyuman yang merebahkan lelahku..saat tak ada lagi semua hal indah dalam kenangan hidupku, saat semua yang terlihat nyata semakin buram dan kabur tak terbaca…. aku semakin mengerti..kemana aku akan melangkah.. melangkah dalam kesendirian…
Unrequested Love
Posted by gutus in May 16, 2011, under Uncategorized
Unrequested Love
(Pesan tak sampai, hati yang tak tergapai)
Palangkaraya, 13 Mei 2011
7.36
Aku merasakan hal yang sama, seakan di sekelilingku waktu melambat hingga aku bisa menyambut tiap kata yang terlepas dari udara dan meletakannya pada bingkai dan kuletakkan pada jendela hatiku.
10.35
Senang mengenalmu, sedih tuk mengerti keadaanmu, hidup kadang berlaku tak adil bagiku, dimana aku selalu dianiaya oleh keadaan yang terlalu di dramatisir, kenapa aku harus mengetahui semua ini di akhir pertemuanku? Tak ada lagi denyut nadi tuk percaya bahwa satu titik bahagia membawa aku tuk terperanjat dalam lorong gelap, suram kesepian dan kesedihan menyiksaku bergantian.
10.45
Tak usahlah sedih bersarang di pelupuk dukamu, lihatlah hujan telah reda, langit telah terbuka, sebentar lagi pelangi akan tiba, kepakan kata semangat bersayap-sayap dari dadamu..menyambut semua yang sudah ada sejak awal. Sekarang kau tiba pada gerbang yang seharusnya kau tuju, jangan hiraukan aku, dengan kereta ku yang sempat terhenti di stasiun tua di kotamu, karena aku kan segera pergi, pergi bersama senja sore ini, dimana langit memerah dan matahari menutup mata.
10.53
Tiap babak dalam drama hidupku kulalui tanpa ku tau ujung pangkalnya, aku seperti anak kecil yang bermain-main dan terjebak dalam labirin kegilaanku sendiri, labirin yang aku buat sendiri dan akulah orang yang tersesat disana, sungguh nista tak terbantahkan. Biarkan pohon perdu terus rindang disebelah gunung sana, biarkan pohon oak tergerus daunnya saat musim gugur tiba, biarlah semua jawaban itu mengalir menghampirimu pada waktunya..
11.19
Pagi tadi hujan terlalu deras, menuai sepi berkepanjangan hingga siang adzan berkumandang, hilir mudik orang-orang pergi beribadah jumat. Hanya aku seorang tak berkutik bersembunyi diantara jendela kamarku memandang kosong langit kelabu peninggalan hujan tadi pagi, aku seakan pergi dalam khayalanku sendiri melayang tinggi diatas lapisan tipis strafosfer langit kota ku hari ini. Aku mengambang mencoba melepas hasrat tak terbantahkan melampaui akal sehatku, mencoba menaklukan kegilaanku.
I’am a moron
Posted by gutus in May 16, 2011, under Uncategorized
Palangkaraya, 19 Maret 2011
02.01
Hari ini berjalan seperti biasanya sampai malam ini aku mendengar salah satu lagu grup band geisha, gak tau kenapa lagu ini seperti mesin waktu membawaku pergi jauh ke masa lalu tuk ku tangisi lagi, tuk kesekian kalinya merasakan sakit hati yang sakit…sakit sekali, aku benci seperti ini…aku benci dikalahkan perasaanku sendiri, aku muak dengan diriku sendiri yang tak mampu berdiri menentang bahwa aku sudah baik-baik saja, aku sudah menerobos waktu dan aku berada di masa sekarang, masa dimana aku sudah melupakan setiap detik yang kupunya untuknya…! aku benci malam ini, aku benci lagu ini..! aku benci saat ini….
Waktu ternyata tak berpengaruh banyak tuk mengalahkan hebatnya sakit yang pernah kau berikan, seperti angin musim dingin yang membuatku membeku setiap musimnya tiba, membuatku sulit bernafas dan berusaha membuatku tak berdaya dalam hipotermia dalam kesakitan masalalu.. aku semakin menyadari bahwa aku memang total seorang pecundang, cerita lama…..aku benci perasaan seperti ini..aku benci saat ini…
Kenapa kehidupan berbuat curang seperti ini terhadapku..? seberapa besarkah kesalahan yang pernah aku buat hingga aku dibuat seperti bolak-balik dari masa kini ke masa lalu…? mengapa kenangan bodoh dan segala kesakitan itu begitu kuat, hingga aku selalu tersungkur dan tunduk padanya..? dan masih ada ribuan pertanyaan lagi di otakku yang aku tak pernah tau datangnya darimana…..aku tau, aku tak perlu merasakan seperti ini lagi, hal ini sudah jauh dibelakangku….entahlah, aku memang bodoh…bodoh, dan aku benci saat saat menjadi bodoh seperti ini…
Aku membodohi diriku sendiri, aku membohongi diriku sendiri, aku pernah bilang pada diriku. Aku sudah punya kehidupan dan aku sudah menerima semuanya, ya semuanya…namun yang terjadi? Aku tidak bisa melupakannya, aku masih merasakan sakit hati yang begitu dalam, seakan-akan kejadian itu baru saja berlangsung hari kemaren.. aku memang payah….
Lost road
Posted by gutus in May 16, 2011, under Uncategorized
Tumbang Sanamang, 6 Maret 2010
02.12
Lost road
Aku pikir aku sudah berubah dan berganti arah tapi kali ini aku salah, aku mengulang kesalahan yang sama. Aku tak mampu menahannya..dan semua ini kembali pada jalan berputar-putar tak berujung tak bertepi.. sekali lagi aku tersesat, semoga saja ini tidak menjadi kehancuranku, semoga Tuhan menuntunku kepada jalan pulang..
Aku terus mengikuti arah yang salah dan tak pernah belajar dari apa yang sudah-sudah,aku seperti orang yang sudah tau jalan itu buntu tapi tetap saja terus melangkah maju..Mengapa aku bisa sebodoh ini.. ? apa kesepian yang panjang membuathatiku membatu dan otakku buntu…? pertanyaan demi pertanyaan datang silih berganti seperti menginterogasiku tanpa henti… layaknya kriminal yang paling dicari.Ditahan diruangan yang gelap dan lembab disana terdengar hantaman,pukulan, wajah memar membiru, dan hujan airmata pun takkan berguna..
Seharusnya aku tidak memilih jalan ini, dan semestinya langkah ini tak menuju ke arah yang salah, aku seakan menanam bom waktu di jantungku sendiri yang suatu saat meledak dan menghabisiku… Aku seperti nahkoda yang harus sampai di dua tempat yang berbeda dan berlawanan arah… sepertinya akan berakhir runyam.. semoga saja tidak….
Setiap hari saat matahari berhenti di tepian senja, sejenak aku menatap ke arahnya dan dalam hati aku bertanya, akankah ini menjadi kebodohanku yang selanjutnya? Aku sungguh tak ingin menyakiti tapi hati dan otakku tak pernah mau bersahabat, tanpa kompromi semua terjadi begitu saja begitu cepat tanpa dapat kusadari aku telah berada di jalan yang salahdan aku tersesat. Entah karena tatapanya, entah karena suasana, entah karena terlena, aku pun tak mengerti… semua terjadi begitu saja…ia begitu saja…
Sickness valley
Posted by gutus in Apr 11, 2011, under Uncategorized
Tumbang Sanamang, 14 Februari 2011
22.39
Sickness valley
Serpihan semangat yang membuatku bertahan tuk selalu ingin bernafas adalah tuk bisa membuat semuanya menjadi lebih baik dan berwarna dalam hidupku, keterpurukan yang mendarah daging memang tak bisa kuhindari, dan semula ini terjadi untuk membuatku lebih menghargai segala yang diberikanNya untukku, tuk selalu mengucap rasa syukur atas pahitnya kepedihan dan manisnya kebahagian walau tak pernah bertahan lama disini..inilah hidupku yang kulalui kemaren, hari ini dan hari esok? Entahlah..biarlah misteri waktu bekerja sebagaimana mestinya..aku tak ingin menguaknya….
Entah seperti apakah sosok seorang yang menuangkan teh ke cangkirku di sore hari saat aku menikmati usiaku yang telah senja dan kacamataku semakin menebal saat pandangan ini menjadi kabur dan lutut ini selalu gemetar… sekarang memang saatnya aku harus berburu hati untuk hidupku yang selalu dirundung rindu tuk selalu merasakan hangat di sekujur kalbu.. aku bukan seorang yang pemilih dan menentukan kriteria tertentu, aku juga bukan seorang yang selalu takluk pada pertimbangan logika yang seakan tak pernah ada habisnya. Karena cinta, berasal dari hati..dari apa yang aku rasakan, bukan dari apa yang aku pikirkan… aku hanya tak ingin memberikan hatiku yang menyedihkan ini kepada hati yang salah…itu saja…
Musim penghujan menjadi tak jelas sekarang, hari yang panas bisa saja ditutup dengan hujan yang lebat, dan awan yang mendung segera berlalu dengan langit yang biru, semua semakin tak tertebak, arah kehidupan ini semakin tak bisa kumengerti, sedangkan sepi tak pernah beranjak dari sini tuk selalu menemani…miris dan menyedihkan…..
Denting-denting suara hujan yang menyentuh atap rumah ini membuatku semakin meringkuk penuh pilu, dimanakah lagi aku menemukan suasana syahdu seperti dulu yang mengharu birukan hatiku yang membuatku selalu percaya bahwa suatu saat aku akan menaklukan waktu…? aku masih menunggu, menunggu saat yang tepat dari lembah kesakitan ini..tuk beranikan diri mendaki melalui terjalnya cobaan batin, tuk dapat kembali rasakan hangatnya mentari yang menyibak kabut di pagi hari…
another world, another angel
Posted by gutus in Apr 11, 2011, under Uncategorized
Tumbang Sanamang, 17 Februari 2011
02.42
another world, another angel
Masih di bulan februari, masih di bulan berwarna merah jambu..masih terusik dengan semua cerita cinta yang begitu menggoda, masih teringat betapa menikmati hidup dengan sendiri adalah hal yang paling ditakuti semua orang, berlelah menaklukan takdir dengan segala daya dan ego yang ada hanya berujung pada jalan buntu, menyerah pada roda waktu dan pulang dengan kekecewaan..
aku menelusuri hidupku dengan langkah kaki yang tak pasti kadang aku harus bertahan saat aku tau tak bisa tuk lanjutkan perjalanan, dan ada kalanya aku harus melawan arus kehidupan yang tidak sejalan denganku… tidak mudah dengan hidup yang prinsipil, tapi aku juga tidak mau diperbudak prinsip yang terlalu kaku dan terkesan membuatku tak bisa merdeka dan hidup secara alami, dimana semua duka dan suka terbagi dengan sebagaimana mestinya….
Di akhir musim kemarau yang panjang, musim penghujan datang dengan tenang.. rumput yang kekeringan segera dipuaskan dahaganya, pelangi yang tak pernah berseri kini datang kembali…dan kilauan kristal dari titik air hujan yang terbiaskan matahari membuat semakin indah dunia baru ini, aku merasakan udara lembut nan hangat membelai mesra saat aku baru saja membuka mata, belum sempat aku beranjak dari tempat tidurku, satu senyuman sudah terlintas di benakku…dia kah bidadari itu?
Aku bergegas bangun dan segera membuka jendela, dan terlihat padaku disana seorang bidadari dengan senyum riang duduk berayun-ayun kecil di sebuah ayunan di sebuah taman…, dia menatapku…sejenak ragaku kaku, pembuluh darahku seakaan mati dan membeku.., tak ada kata yang terucap, kami berdua hanya mampu menatap dan terdiam tak bersuara, tapi satu yang aku tau senyuman indah yang ada di bibirnya adalah milikku…
Fake rain…
Posted by gutus in Apr 05, 2011, under Uncategorized
Tumbang Sanamang, 9 Februari 2011
23.27
Fake rain…
Duduk bersila menghadap layar laptopku malam ini berharap bisa sedikit meringankan rasa yang aku rasakan jauh lebih dalam dari sebelumnya, aku tidak mungkin memberikan lagi hati yang pernah dia sakiti, november, 2 tahun yang lalu telah membuatku menyerah..aku sudah lelah dengan penantian yang kau buat semakin tak berujung dan berakhir dalam pelukan keputusasaan.
Namun sekarang kau datang kembali padaku mencoba masuk ke kehidupanku yang sudah terlalu percaya bahwa aku sudah dapat merelakan hatiku tuk disiksa oleh sepi dan pelan-pelan tenggelam dalam lautan kesunyian… senyum yang kau tawarkan dan sebuah kado harapan yang kau bawa seakan berarti tapi aku mengetahui semua itu adalah palsu.. aku sudah tidak mengenalmu lagi, mata yang dulu penuh harap dan bersahabat kini telah beubah menjadi mata yang penuh kobohongan dengan tatapan yang penuh tipu muslihat….. sudut mata indah itu telah berubah menjadi picik dan tatapan itu terkadang keji seakan kau berkata dalam hati “..kali ini pun kau telah masuk dalam perangkap hatimu yang lemah karena terlalu mencintaiku…”
Hatiku yang kau tau terlalu mendambamu telah kau coba rayu dan kau racuni tuk bisa kau tipu dan sakiti lagi… haa… maaf, sebelum kau lebih jauh berpikir tuk menjatuhkanku..aku lebih dulu tau rencana terkutukmu itu…! Kau ingin menggunakan hatiku yang rapuh tuk melemahkan aku…? Kau pikir itu akan terjadi? Tidak, tidak lagi..aku tidak se tolol yang kau pikirkan… aku lebih pintar darimu…
Sebenarnya ini tidak bisa dikatakan balas dendam tapi setiap detik kau meminta dan memelas kau membuat dirimu semakin rendah di hatiku… tahukah kau setiap kali kau mengemis padaku…aku menikmatinya? Haaa…….
Hujan yang aku berikan padaku tak bisa menyingkirkan gersangnya hatiku kau tak bisa menyejukkan lagi seluruh ruang hatiku dengan nyanyian tetes hujan yang kau mainkan, aku tidak akan memberikan diriku duduk dengan tangis yang tersedu-sedu dibawah hujan yang palsu…
Gurl of diablo
Posted by gutus in Apr 05, 2011, under Uncategorized
Tumbang Sanamang, 5 Februari 2011
02.49
Gurl of diablo
Senja betapa aku menginginkan hatiku yang dulu…malam betapa aku selalu gundah tuk menghabiskan waktu yang seakan mencibirku, meneriaki ku dengan kata-kata yang menyakitiku…betapa aku terlalu hina tuk datang dan meminta maaf pada satu kesalahan yang tak pernah ada habisnya tuk aku lakukan dan terus lakukan…aku harus melakukan sesuatu tuk menyegel semua nafsuku..
Tapi….. ia selalu ada kata tapi saat aku harus menghentikan semua ini… suatu saat seseorang kan menghentikan kegilaanku ini..sebelum aku menemukannya aku harus berjuang seorang diri… sekarang pintu waktu seakan terbuka dan dia datang dari masa lalu tuk membawaku masuk dalam masalahnya..entahlah aku tak mengerti perasaanku, aku menjadi seorang yang berkepala batu dan berhati tawar pada setiap hati yang menginginkan aku, aku menyadari dia tak pernah mencintaiku lagi dan dia tidak mengingkanku lagi…
Dan akupun demikian, hatiku mengeras, aku tidak ingin lagi jatuh padanya….tertipu tuk satu hal yang aku tau itu adalah kebohongan belaka… dia hanya datang pada saat ia berduka dan tertawa bahagia saat aku tak ada..dia tak pernah lagi membagi senyum tulusnya padaku..hanya keserakahan dalam jeratan duniawi yang dia tawarkan padaku tuk bisa lagi bersamanya..dia yang mencintaiku kini mengelabuiku…
Langit biru dan awan cirrus putih yang kelihatan damai telah berganti dengan mendung dan hujan.. kali ini kau membawaku ke dalam hatimu yang kalut dan gelisah tapi aku takkan menghiburmu,..aku takkan membantumu keluar dari gelapnya perasaaanmu.. kan ku biarkan masalahmu menjadi bagian pendewasaanmu dan dari sisi sepi ini aku hanya akan menatapmu…dari lebatnya hujan kali ini dari gemuruh petir yang bersembunyi di balik awan…demi semua hal yang pernah menyakitiku…, aku memang pernah mengemis cintamu..tapi aku tak bisa kau perdaya lagi, aku tak bisa kau kelabui lagi…aku lebih memilih tetap berdiri di bawah hujan ini menanti seorang kan memayungiku dan memberikan aku secangkir teh hangat daripada harus kembali padamu, kembali pada hatimu yang penuh tipu muslihat, mata itu bukan lagi seperti yang kukenal mata itu sekarang penuh akan kebohongan, bibir itu sudah penuh kata-kata palsu, sekarang kau telah pandai tuk menipu aku, dengan segala alasan yang sedemikian rupa kau berusaha menjeratku tuk jatuh bersamamu..tidakkk sayang..tidak kali ini…. Sakit yang kau berikan dulu belum pulih.. bagaimana bisa kau setega itu tuk melakukannya padaku lagi? Aku lebih memilih pergi dari sini..
When the melodies dead II
Posted by gutus in Mar 19, 2011, under Uncategorized
Tumbang Sanamang, 23 Januari 2011
03.05
When the melodies dead II
Sudah pagi namun aku tak jua terlelap, satu sudut fajar sudah mulai menyingsing udara dingin mulai menusuk pori-pori kulitku…aku menatap jendelaku yang berkabut setelah dirundung hujan semalaman ini,.. menatap langit yang terlalu pekat, mataku tertuju pada jalan yang sepi dan tiang listrik yang diam seakan menggigil kedinginan… pagi yang biasa ku lalui dengan insomniaku yang kambuh lagi….damn..!
Sebelum pagi ini benar benar merenggut malam..aku masih ingin bercerita, suatu waktu saat aku pergi dimana aku tak akan mengambil waktu yang sudah kugunakan saat itu, mungkin aku terlalu gegabah tuk menunjukan isi hatiku…saat semua perjalanan itu hanya berakhir pada yang aku harus berjalan pulang dengan muka yang tertunduk…hujan tidak mengiring aku dan sakit hatiku.. sejak saat itu aku berpikir ini semua sudah berakhir…entah apa aku benar-benar harus mengakhiri semua mimpi-mimpi gilaku yang kurasa terlalu tinggi…ada yang berkata padaku, menyerah adalah jalan pulang bagi siapa saja yang berputus asa menemukan jalan yang lain.. apakah aku harus kembali pulang..? dan tak pernah mencoba lagi..?
Hidupku sekarang seperti piano yang kehilangan salah satu tuts tuk bisa memainkan melodi yang indah…dan nada yang dikeluarkan piano itu semakin lama semakin janggal tuk di dengar.. terdengar seperti rintihan kepedihan batin yang terluka dalam, seperti pekikan dalam kesunyian malam yang tak kunjung padam… Harapan semakin gersang, dan aku telah jatuh terlalu dalam kedalam harapanku yang semakin tidak berdasar.. aku seperti membodohi diriku sendiri… aku kehilangan semuanya saat aku membutuhkannya…
Aku semakin kehilangan arah….penunjuk jalan yang kuharapkan tak juga tiba pada waktunya dan aku semakin tersesat, tersesat di dalam sakit hatiku, tak bisa lagi menemukan jalan ketenangan, tak tau lagi bagaimana cara tersenyum, tak mampu lagi menyambut hangatnya kasih sayang….aku semakin tak sadar berjalan menuju jurang yang terjal dan suram…
Tuhan, Kau tau aku terlalu bodoh untuk hal yang sudah Kau rancang….beritahu aku bagaimana cara agar aku bisa masuk dalam rencana-Mu dan berhenti menghujat diriku sendiri, buat aku bisa mengasihi lagi….…aku tak bisa memaafkan diriku… aku tak bisa meninggalkan kekosongan ini, aku belum siap tuk keluar dari sini….aku tidak bisa…
Great Nightmare
Posted by gutus in Mar 19, 2011, under Uncategorized
Tumbang Sanamang, 20 Januari 2011
00.41
Great Nightmare
Malam semakin mencekam harus kulalui seorang diri, sesak akan tangis yang tertahan saat semua harus berlalu begitu saja… tak sempat mengucapkan selamat tinggal, tangan lembutmu tak sempat kuraih, dan keningmupun tak sempat kukecup tuk yang terakhir kalinya…aku terdiam terpaku menatap langkah kakimu beranjak menjauh dan menghilang di ujung jalan hubungan kita.. saat itu juga duniaku kembali menjadi hitam putih…tak lagi berwarna dan terlihat kusam dimana-mana….dan berakhirlah semua..
Lebih dari perih, lebih dari sakit…semua kurasakan bersamaan, sama seperti penyakit komplikasi yang menyerangku tiba-tiba..membuatku rebah dan tergeletak tak berdaya..denyut ini seakan berhenti dan semua nada tak lagi beresonansi… kaki ku tak mampu menopang tubuhku..aku benar-benar terjatuh lebih parah dari sebelumnya…
Tak pernah kumengerti kenapa rasa ini begitu dalam terhadapmu..bahkan setelah 3 tahun kepergianmu dalam hidupku. Aku memang telah mencoba mengisi hatiku..namun aku tidak berhasil tuk mempertahankannya..awalnya aku pikir hatiku telah mampu menerima, namun ternyata aku salah, aku hanya kesepian…. bukan jatuh cinta… sekarang aku tau aku tak boleh menyakiti hati siapapun lagi…
Nampaknya sebelum aku menemukan seorang yang membuatku jatuh dan bertekuk lutut dan semua kenangan yang kau berikan tak lagi sehebat yang pernah kau berikan, mungkin semua mimpi buruk ini segera berakhir… ia, sekarang aku mengerti sebelum aku menemukan seorang yang lebih gila darimu yang mencintaiku aku, aku tak mungkin bisa jatuh cinta lagi…. Sebelum aku menemukan seorang yang lebih nekat darimu yang mencintaiku..aku takkan pernah bisa di taklukan… seorang yang bisa berbuat apa saja tuk mencintaiku aku itu adalah kamu, dan sebelum aku menemukan yang melebihimu..mungkin aku akan tetap seperti ini…duduk terpaku dan hanya diam menatap hujan yang turun dengan tatapan yang kosong melewati hari, melewati senja seorang diri dan malam hari aku kan slalu berselisih dengan mimpi buruk yang semakin menjadi-jadi…







